*) Goresan Bintang, Bulan dan Awan yang Harmonis (*

Inget ini?

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya..
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja.

 

(Puisi Rangga untuk Cinta dalam Film Ada Apa Dengan CInta-AADC)

Ini namanya egoistik dong ya: “Karena aku ingin kamu, Itu saja.”

suka aja sama puisi ini, butuh penafsiran dan berat. Apalagi membayangkan seorang Nicholas Saputra yang membacanya dengan mata yang tajam.

Hei ada bulan di puisi itu, *seakan tersihir dengan kata-kata bu-lan*

Romantisme Malam Ahadku

Sabtu, 26 Oktober 2013. Hari sabtu yang terik saat pulang dari kantor. Pinginnya cepet-cepet nyampe trus makan cemilan yang ada dikos sambil istirahat alias “leyeh-leyeh”. Baru selesai membayangkan rencanaku setelah sampai kos… Oh Alloh… Subhanalloh, owesame! Aku bermotor ria dengan pelan karena tersihir oleh pemandangan itu, saat mataku tertuju pada halaman depan kosku yang cukup besar dan di sisi kanan kiri jalan menuju pintu kosku setelah gerbang halaman tertancap beberapa tongkat yang diujung atasnya ada beberapa botol berisi minyak tanah plus sumbu untuk menyalakannya menyembul keluar botol. Romantis. Itu yang terlintas diotakku, walaupun sekarang aku tau tujuan adanya obor itu adalah untuk membawa pengunjung acara itu ke sebuah kenangan tempo doeloe -_- . Its Ok, aku tetap membayangkan malam ahadku yang romantis dengan duduk dibawah sinar-sinar obor, Cliiing. Sumpah pemuda yang harusnya tanggal 28 Oktober, acaranya dimajukan ke malam ahad dimungkinkan warga sekitar kosku memilih hari ahad hari yang panjang untuk berberes perlengkapan panggung dan acara nanti.

Continue reading

Ilmu Baru

10_36_cf5xq

Saatnya riyadhoh. Pilihanku adalah berenang. Serasa memasuki dunia anak-anak yang doyan sekali bermain air, apalagi ini di dalam kolam besar, yang selanjutnya sering disebut kolam renang🙂. Berenang versiku adalah masuk air lalu nahan nafas saat di dalam air. Just a simple think. Kalau definisi seperti itu aku sudah bisa melakukannya sekitar tiga tahun yang lalu. Ternyata salah. Dari teman berenangku memberikan definisi berbeda, berenang bukan menahan nafas di dalam air, melainkan saat di dalam air, kita harus membuang nafas kita lewat hidung kemudian seperti lumba-lumba yang nongol di luar permukaan air dan mengambil nafas melalui mulut. Itu versi simple yang bener. #Plak. Sudah kupraktekan, dan hasilnya kecapean. Benar saja, teknik berenang itu macam-macam.

Continue reading

Buka File lama

Iseng-iseng buka file lama. Ada Folder bertuliskan “karyaku”. Isinya beberapa cerita yang aku buat untuk mengisi waktu dan olahraga jari (:
Ternyata memang dari dulu aku menyukai suasana yang sama, dirumput hijau yang segar, langit yang biru, awan dan sejuknya angin sepoi dengan headset yang melantunkan melodi disana.

KrCartoon_3012

Continue reading

Karyaku untuk ICHI

Ucapan Ramadhan 1432 H di majalah Garnish

Ucapan Ramadhan 1432 H di majalah Garnish

Label ICHI Coklat Paket Ramadhan 1434 H

Label ICHI Coklat Paket Ramadhan 1434 H

Brosur ICHI saat Enterpreneur Day di Amikom Yogyakarta

Brosur ICHI saat Enterpreneur Day di Amikom Yogyakarta

Monolog Hati diujung Ranting #Part2

20 Oktober 2013

Terik dan begitu terik, mentari pagi mulai menyebarkan cahayanya yang semakin masuk kepori-pori kulit. Gadis mungil itu mulai tak tahan dengan itu. Menangis dan mengeluhpun dia sampaikan kepada sahabatnya. Bunga tadi pagi sudah layu, padahal sudah ia merencanakan untuk merangkai bunga itu menjadi sebuah mahkota yang sangat cantik dan akan dia kenakan nanti. Sekarang daun-daunpun berguguran menambah aroma kesedihan diteriknya mentari. Ranting-ranting merindukan tunas-tunas baru. Sahabat yang baik, mendengarkan cerita dan rencana-rencana sekarang sudah pupus, tak bisa dilanjutkan lagi. Dengan sabar sang sahabat menghibur dan tetap meneguhkan si gadis mungil. Hidup akan terus berjalan walau semua rencana mimpi-mimpi indah telah pupus. Toh masih bisa direncanakan ulang. Tetap percaya pada mantra “sebuah keyakinan yang mendalam, akan mendekati kenyataan”. Si gadis mungil pun akhirnya bisa tegar. Susah dan payah dia merencanakan ulang mimpi-mimpi indahnya dan dengan bersahaja tetap mengarungi hidup.

Bersambung…

ranting

Monolog Hati diujung Ranting #Part1

Pagi hari yang ceria disambut dengan suara kicauan dan gemericik air yang syahdu membuat sejuk suasana. Tetesan embun pagi begitu cantik dengan cahaya yang mulai datang dari sang mentari. Gadis mungil yang manis itu tersenyum riang saat bermain dengan kakak-kakaknya tersayang. Langkah lucu si gadis mungil diatas rerumputan hijau yang rindang dengan pepohonan berjajar rapi seperti diukur jaraknya dari pohon satu ke pohon yang lain. Berlari bersama sahabat-sahabat dengan riang gembira. Kadang saat angin bertiup kencang si gadis mungil hanya berdiri diam atau mundur teratur ke bawah pohon. Biasanya sahabat si gadis mungil akan mendekatinya dan mulai bercerita tentang indahnya hidup ini, jadi jangan takut karena angin yang kencang itu.

Bersambung…

Indahnya-Persahabatan-Muslimah